Detail Berita
Smart City


WORKSHOP BUDAYA PELAYANAN PRIMA (SERVICE EXCELLENT)

09 Februari 2026 by Admin

Perkuat Budaya Pelayanan Prima, Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi Gelar Workshop Service Excellent

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi menggelar Workshop Budaya Pelayanan Prima (Service Excellent) pada Kamis (5/2) di Hotel Wiltop Jambi, sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas pelayanan publik keimigrasian yang profesional, humanis, dan berintegritas. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta, yang merupakan ASN di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jambi dan UPT Imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci dan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jambi, Bapak Petrus Teguh Aprianto, yang menegaskan terkait pentingnya komunikasi yang responsif, solutif, dan berorientasi pada empati sebagai kunci utama pelayanan publik. ASN Imigrasi sebagai garda terdepan pelayanan diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan membawa nama baik organisasi. โ€œPelayanan prima harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan. Setiap ASN Imigrasi adalah representasi negara yang dituntut memberikan pelayanan terbaik dengan integritas, empati, dan tanggung jawab,โ€ tegas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Bapak Petrus Teguh Aprianto. Workshop menghadirkan narasumber dari Bank Rakyat Indonesia sebagai representasi pelayanan publik di Lingkungan Masyarakat, dengan materi Service Excellence serta ASN sebagai Garda Terdepan Pelayanan Publik Berperspektif HAM. Peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pelayanan berkualitas, prinsip non-diskriminasi, transparansi, akuntabilitas, serta nilai kemanusiaan dalam setiap proses layanan. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi berkomitmen untuk membangun budaya pelayanan prima yang berkelanjutan, demi mewujudkan pelayanan keimigrasian yang semakin dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.